PESISIR BARAT | Paspampers.com – Salah satu tradisi masyarakat Krui, Kabupaten Pesisir Barat Lampung dihari raya idul Fitri adalah “Ngejalang Kubokh”.
Di Kecamatan Way Krui, tepatnya 3 syawal 1447 H, sebagian warga Pekon Gunung Kemala, menggelar Ngejalang Kubokh di pemakaman tambak balak kuburan pusaka pekon gunung kemala kecamatan way Ratusan warga setempat secara sukarela mengantar makanan ringan, nasi dan sayuran.
Dimana makanan ringan dan nasi dan sayuran itu sebagai salah bentuk sedekah untuk arwah yang telah meninggal. Ngejalang Kubokh merupakan tradisi turun temurun.
Tujuannya selain mempererat tali silaturahmi, juga membudayakan sedekah makanan dan mendoakan para arwah yang telah meninggal
Adapun susunan acara di Ngejalang Kubokh, sambutan ketua panitia, pembacaan ayat suci alquran serta doa bersama. Kasur digelar kemudian Pahar (semacam nampan yang terbuat dari aluminium sebagai tempat untuk menata kue atau snack) disajikan, kemudian dibariskan di sela-sela kasur ditempat duduk yang kiri dan kanan
Undangan berkumpul di suatu lokasi baik masjid atau lapangan yang telah dipasang tenda. Selain sebagai acara ziarah untuk mendoakan dan menghormati para leluhur acara ini juga sebagai salah satu ajang berkumpul bagi masyarakat, sebagai momen yang tepat untuk bertemu dan silaturahmi antarwarga, karena pada acara lebaran mayoritas warga masyarakat yang pergi merantau akan pulang ke kampung halaman, kegiatan tradisi menjadi momen yang dirindukan mereka.
Acara silaturahmi ditandai dengan acara makan bersama, sajian makanan yang sudah disediakan di dalam pahar. Dalam kegiatan tersebut, pemuka adat dari tiap-tiap kampung menyampaikan pantun berisi petuah agama.
di tempat terpisah ketua dpc ormas grib jaya (ryan) sangat mengapresiasi masyarakat di jaman modern ini masih mempertahan kan adat isti adat yang sangat kental dan di suasana itulah terjalin silahturahmi antar masyarakat yang sangat jarang kita lakukan saat ini.
Tim

